Menurut Amalya, program bioenergi dengan menggenjot produksi biomassa pelet kayu jelas tidak dapat dikategorikan sebagai transisi energi yang bersih dan berkeadilan, sebaliknya itu adalah solusi palsu. Pemerintah memiliki target memproduksi 10 juta ton biomassa untuk PLTU co-firing sampai 2025, namun hingga Juni 2023 produknya baru mencapai angka 0,5 juta ton.
“Pemerintah terlihat panik menangani kebakaran hutan, tapi di balik itu, pemerintah menggesa pembangunan hutan tanaman energi, untuk menghasilkan kayu-kayu yang akan dibakar di PLTU co-firing maupun PLTBm,”…