Jakarta, CNBC Indonesia – Industri kendaraan listrik (EV) menjadi primadona seluruh dunia, mengingat komitmen dunia untuk bebas emisi pada 2050 melalui Paris Agreement. Industri yang semakin memanas menimbulkan kompetisi antar negara mengambil peluang tersebut untuk memenuhi tingginya permintaan, sampai-sampai Eropa menginvestigasi terkait kebijakan anti-subsidi. Pertanyaannya adalah, “Mungkinkah industri EV Indonesia akan mengalami persoalan serupa?”
Kabar terbaru menunjukkan bahwa Komisi Uni Eropa akan menyelidiki potensi penerapan kebijakan pengetatan kendaraan…